“Ketika teknisi komputer jatuh cinta”

Image

Tentu semua orang pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Ya, semua orang. Apapun profesi anda pastilah semua pernah merasakan ini. Di sini saya khusus menyajikan cerita bagaimana seorang teknisi komputer jatuh cinta. Mungkin anda berpikir dengan kesibukan mereka menghadapi puluhan komputer setiap harinya mereka tidak meluangkan waktu untuk ini. Anda salah besar. Di tengah kesibukan mereka, mereka juga tidak mau melewatkan ini. Bagaimana tipe pasangan idaman yang mereka kehendaki, bagaimana perasaan mereka saat bertemu dengan wanita idamannya, apakah mereka juga bisa romantis seperti yang diharapkan oleh kebanyakan wanita? Di sini semua itu akan diungkap.

                Format, mempartisi dan reinstal adalah kata-kata yang tidak asing lagi bagi seorang teknisi komputer. 60% pekerjaan yang mereka lakukan di ruang khusus tempat mereka bekerja dapat dikatakan hanya melakukan tiga hal tersebut. Menghapus, membagi dan menata kembali sistem. Terkadang apabila dipandang sebelah mata, melakukan ketiga hal ini mudah, namun dalam pengerjaan sesungguhnya, percayalah sungguh sangat sulit. Melakukan ketiga hal tersebut dibutuhkan master plan yang tepat, dan itu berbeda antara satu unit komputer dan laptop lainnya. Jadi anda harus merencanakan apa yang harus anda lakukan terlebih dahulu terhadap masing-masing laptop dan komputer untuk bisa melakukan ketiga hal itu, format, mempartisi dan reinstal.

Seorang teknisi mampu membuat mind map yang “spektakuler”, pemikiran yang mampu membuat hal yang rumit menjadi sederhana. Kecepatan berpikir dan responsif terhadap suatu hal yang terjadi. Pekerjaan merekalah yang menuntut dan menjadikan ini suatu kompetensi. Coba anda bayangkan, duduk dihadapan puluhan komputer dan laptop setiap harinya, berpikir dengan cepat cara mengatasinya, menyusun rencana dari tindakan yang akan dieksekusi tentu itu tidak mudah dan waktu yang mereka jalani setiap harinya pun tentu tidak sebentar. Dan jangan sampai anda lupa, pekerjaan ini dilakukan setiap hari.

Ketika sampai diujung jam kerjanya seorang teknisi tidak meninggalkan pikirannya selesai sampai di situ saja. Apabila ada suatu pekerjaan yang belum selesai, seorang teknisi biasanya tidak akan melepaskan pikirannya pada objek tersebut, pikirannya itu akan dia bawa pulang sambil menyusun master plan untuk objek itu yang akan dieksekusinya di lain waktu. Bisa anda bayangkan bagaimana rumit, bagaimana sibuknya seorang teknisi komputer menjalani kesehariannya. Mereka harus pintar memanage waktu, yang mana yang lebih dulu diutamakan dengan melihat prinsip keefisienan waktu.

Dengan melihat dan mengetahui kesibukan serta penuhnya pemikiran seorang teknisi komputer, bagaimana mereka dapat menyeimbangkan kehidupan mereka diluar profesi yang mereka jalani. Bagaimana dengan kehidupan asmara mereka? Apakah mereka bisa merasakan jatuh cinta, menyukai wanita dan apakah mereka masih tetap bisa bersikap romantis di depan wanitanya?

Sebelum kita mengetahui kehidupan asmara mereka ada baiknya kita mengetahui bagaimana karakter dari teman kita yang berprofesi sebagai teknisi komputer ini. Tentu saja ini tidak berlaku pada semua orang yang berprofesi sebagai teknisi komputer, mungkin hanya sebagian atau mungkin juga kebanyakan mereka seperti ini. Terkadang mereka lebih sering berbohong dan mampu membuat fakta kebohongan itu mendekati kebenaran, namun tetap saja itu namanya berbohong. Namun itu terkadang. Kemudian lebih sering tidak menepati janjinya, entah terlambat atau memang mengingkari janji itu. Selanjutnya mereka mempunyai intensitas lupa yang bisa dikatakan akut. Anda bisa bayangkan sendiri pekerjaan mereka, dan lupa menurut saya itu wajar J. Tidak mudah dan tentu berat untuk menjalani profesi ini saudara sekalian, mereka harus menjaga standar pelayanan yang maksimal yang harus mereka terapkan didalam setiap hal yang mereka lakukan.

Kembali ke topik hangat kita. Satu hal yang pasti dan ini merupakan rahasia dari teman-teman teknisi komputer kita. Mereka lebih menyukai wanita yang mengerti dengan kesibukan mereka, mampu bersabar ketika mereka sedang lembur dari pekerjaan mereka. Dalam satu kondisi misalnya seperti ini, wanita ini sedang ingin dijemput oleh kekasihnya yang berprofesi sebagai teknisi komputer. Sang wanita mulai mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan kepada kekasihnya via blackberry messenger miliknya, 10 menit berlalu status pesan ‘D’ tidak berubah yang menandakan pesan itu belum dibaca. Sang wanita ini pun kembali menghubungi kekasihnya, namun sambungan telepon yang berjumlah lebih dari satu kali itu sama sekali tidak dijawab. Tentu saja wanita ini marah besar kepada kekasihnya. Di ruang khusus kerjanya, ternyata seorang teknisi komputer ini meninggalkan handphonenya tidak berada dekat dengan dirinya, dan karena kesibukannya dia “belum” mencarinya, bukan tidak mencarinya. Mengerti maksudnya? Setelah dia selesai dengan apa yang dia kerjakan, baru setelah itu dia akan mencari handphone miliknya. Ketika wanita ini marah terhadap kekasihnya, sang kekasih mengakui kesalahannya dan juga menjelaskan mengenai handphone yang tidak berada di dekatnya. Sampai pada suatu kondisi puncak wanita ini memutuskan hubungan mereka. Kekasihnya pun diam sebentar dan mengiyakan apa yang wanita ini inginkan. Sang wanita bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa kekasihnya tidak menahan dia untuk tetap melanjutkan hubungan mereka dan berpikir kekasihnya tidak mencintainya dan menganggap semua pernyataan itu bohong­­. Saya tegaskan, teknisi komputer ini mencintai wanitanya, namun ketika wanita ini marah karena dia tidak menjemput, otomatis wanita ini tidak mengerti kesibukan kekasihnya, dan kekasihnya tahu ini tidak baik untuk dilanjutkan. Lebih rincinya seperti ini, yang dikerjakan oleh teknisi komputer ini mungkin saja sudah pada akhir deadline waktu pengerjaan, oleh karena itu dia berkonsentrasi penuh ke objek kesibukannya dan hal ini tidak dimengerti oleh wanitanya, bukan berarti teknisi ini tidak mencintai wanitanya. Mereka harus menjaga standar pelayanan yang maksimal yang harus mereka terapkan didalam setiap hal yang mereka lakukan.

Selanjutnya, seorang teknisi komputer mampu memperhatikan wanitanya di tengah kesibukannya. Pengertian di tengah kesibukan di sini adalah kesibukan dengan intensitas sedang. Ya, meskipun si teknisi ini sedang melakukan kesibukan yang tidak terlalu tinggi dia juga memikirkan wanitanya yang pada saat itu tidak berada di dekatnya. Mungkin dia mengingatkan wanitanya untuk makan, berhati-hati di jalan dan lainnya. Sebenarnya ini adalah suatu hal yang luar biasa, karena dilakukan di tengah kesibukannya, namun tidak banyak wanita yang tahu ini. Ketika dia sangat lambat membalas pesan dari teman wanitanya, dia tidak hanya meminta maaf namun dia berjanji akan membalasnya sesegera mungkin setelah kesibukannya selesai, dan lagi-lagi tidak banyak wanita yang tahu ini.

Lalu bagaimana ketika seorang teknisi komputer ngdate bersama dengan wanita, apakah dia juga bisa gugup? Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, teknisi komputer mampu menjadikan hal yang rumit menjadi sangat sederhana. Begitu juga dengan penampilan. Mereka terkadang tidak terlalu memikirkan penampilannya seperti apa, yang terpenting malam itu dia memakai pakaian yang warnanya cocok dan nyaman dikenakan. Mungkin celana pendek, sendal jepit, celana panjang yang belum nampak disetrika, baju yang banyak minyak wanginya karena mungkin belum sempat dicuci adalah kebanyakan yang mereka kenakan. Dan ingat, ini tidak berlaku pada semua orang yang berprofesi sebagai teknisi komputer, mungkin hanya sebagian atau mungkin juga kebanyakan mereka seperti ini. Teknisi komputer tidak pernah gugup saat pertama kali bertemu dengan wanita, mengapa? Karena tatap muka dengan orang yang berbeda setiap harinya sudah sering mereka alami di tempat mereka bekerja dan mereka tidak pernah takut kalau mereka tidak disukai wanitanya pada saat pertama kali bertemu. 80% teknisi komputer mampu mencairkan suasana dan membuat teman wanitanya nyaman hanya dengan celotehnya. Teknisi komputer tidak pernah gagu pada saat berbicara, mereka sangat meyakinkan dan sopan ketika sedang dalam percakapan.

Kemudian jangan pernah anda berpikir seorang teknisi komputer tidak romantis ketika sedang bersama wanitanya. Yang harus anda ingat bahwa mereka mampu menyusun suatu master plan “spektakuler” beserta langkah-langkah efisien untuk mengeksekusi setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Apalagi membuat rencana yang sebegitu romantis, memang tidak mudah namun mereka melampaui itu.

Ketika dia memikirkan wanitanya, seorang teknisi mempelajari sifat wanitanya, dan jangan heran apabila dalam satu hari dia tahu apa warna kesukaan wanitanya, hal apa saja yang wanitanya sukai dan lainnya. Mereka berpikir dan pemikiran mereka berbeda.

About Petrus Adi Susilo

Im a product of a GODs grace.. Mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2009 @ Universitas Palangkaraya.

Posted on May 26, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: